Tawaran Google Untuk Damai Soal Pajak Ditolak Oleh Pemerintah Indonesia

Pada November lalu, Google disebut telah hampir mencapai kesepakatan dengan Dirjen Pajak mengenai penyelesaian utang-utang pajak yang ada di Indonesia. Akan tetapi, proses tersebut kemungkinan akan menemui jalan buntuk karena tax settlement atau pernyataan pajak yang diajukan oleh Google terlalu kecil.

“Karena belum memperoleh kesepakatan, penyelidikan akan terus dilanjutkan. Sekarang kami sedang menunggu Google untuk membuka buku, lalu kantor pajak Teman 4D dapat menghitung jumlah utang pajaknya,” kata Kepala Kanwil Jakarta DJP Khusus,” Muhammad Haniv.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menawarkan Google untuk membuat tax settlement yang akan dimasukan kedalam tax amnesty dan hal tersebut disambut judi togel dengan baik oleh Google. Berdasarkan dari prediksi DJP bahwa raksasa internet tersebut memiliki utang pajak yang tertunggak mencapai Rp 1 triliun yang belum dibayar dari tahun 2011. Nilai tersebut belum termasuk dengan denda 4 triliun atau 400 persen dari tunggakan yang dimiliki oleh Google. Secara total, Google memiliki hutang Rp 5 triliun.

Jika menyetujui tax settlement dari Pemerintah, Google hanya perlu membayar 150 persen denda akan tetapi jika menolak dan dibawa ke pengadilan yang berakhir dengan kekalahan maka Google harus membayar denda hingga 400 persen sesuai dengan peraturan yang ada.

Google sendiri menolak untuk memberikan keterangan mengenai kasus ini akan tetapi mereka menyatakan bahwa pihak perusahaan telah melakukan seluruh kewajibannya di Indonesia sesuai dengan porsi yang seharusnya.

Nilai bisnis periklanan digital di Indonesia pada tahun 2015 telah mencapai 850 juta dollar AS atau sekitar Rp 11,6 triliun. Sebanyak 70 persen angka tersebut dikuasai oleh Google dan Facebook. Pemerintah mengharapkan dengan selesainya kasus pajak dengan Google dapat selesai dengan cepat agar mempermudah Dirjen Pajak untuk menagih pajak ke perusahaan digital asing lainnya yang beroperasi di Indonesia seperti Facebook dan Twitter.

Continue Reading

Produk Terbaru Google Tidak Hanya Marlin dan Sailfish

Jakarta – Dalam acara yang digelar oleh Google pada 4 Oktober 2016, raksasa teknologi ini tak hanya menampilkan produk Marlin dan Sailfish. Sejumlah update atas produk lainnya juga sudah disiapkan Google.

Dalam gelaran acara tersebut, Google kemungkinan juga akan meluncurkan Chromecast generasi baru mereka. Salah satu fitur andalan dari perangkat terbaru yang diberi nama Chromecast Plus atau Chromecast Ultra ini adalah dukungan terhadap layar resolusi 4K.

Dikutip dan dilansir oleh detikINET dan Ringke Rearth EC Store Jakarta Shopee dari The Verge, pada hari Sabtu (3/9/2016), perusahaan yang bermarkas di Mountain View, Amerika Serikat ini juga dijadwalkan akan memamerkan Daydream VR. Suatu platform virtual reality besutan Google ini membutuhkan dukungan di hardware agar dapat berfungsi optimal. Salah satu contohnya adalah Samsung juga pernah mengatakan akan menggarap layar ponsel yang kompatibel dengan produk Daydream.

Masih ada banyak lagi. Google juga sudah menyiapkan Google Home. Ini adalah sebuah perangkat speaker kecil yang bakalan disebut-sebut bakal menjadi penantang utama perangkat sejenis milik Amazon yakni Echo.

Namun tetap saja, yang menjadi ‘artis’ utama di acara tersebut adalah 2 ponsel paling anyar Google. Sebelumnya telah diberitakan, Google mengganti nama ponsel Nexus mereka menjadi Pixel. Nah, dua ponsel yang akan tampil di panggung ini adalah Pixel yang juga disebut dengan nama kode produk Marlin dan Pixel XL yang bernama Sailfish.

Perbedaan paling menonjol antara Marlin dan Sailfish terletak pada bentang layar keduanya. Marlin mempunyai layar seluas 5 inch, sedangkan Sailfish sendiri mempunyai ukuran layar sebesar 5,5 inch. Kedua ponsel tersebut didukung prosesor quad core Snapdragon 820 dengan kecepatan hingga 2,1 GHz, RAM berukuran 4 GB, serta chip grafis Adreno 530, dengan memori internal 32 GB. Untuk kamera utamanya, Google membenamkan resolusi 12 megapixel dan kamera depan sebesar 8 megapixel.

Continue Reading

Mengapa Chromebook Tidak Populer di Indonesia

Perangkat notebook Chromebook dari Google memang sudah hadir sejak tahun 2011 lalu. Tetapi, mengapa perangkat berbasis pada sistem operasi yang dirilis Google itu tak terdengar kiprahnya di Indonesia?

Menjawab hal tersebut, Herbert Ang, sebagai President Director Acer Indonesia menuturkan bahwa faktor infrastruktur di Indonesia yang belum siap untuk menerima produk ini ternyata menjadi faktor perangkat tersebut tak begitu diminati oleh masyarakat Indonesia.

“Seperti kita tahu, beberapa aplikasi ataupun software dari Chromebook sangatlah bergantung pada koneksi internet. Sementara, kendala yang kita ketahui di Indonesia ada di faktor infrastruktur (internet),” sebutnya saat ditemui di acara pengumuman dua belas produk terbaru Acer di Jakarta, pada Rabu (22/6/2016), kemarin.

Selain itu juga, penggunaan ChromeOS yang jelas sangat berbeda dari sistem operasi notebook pada umumnya menjadi faktor lainnya yang membuat perangkat ini tidak banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia.
Acer sendiri sebenarnya juga sudah mulai mengeluarkan produk Chromebook ke pasar Indonesia sejak tahun 2014 lalu. Tetapi untuk saat ini pihaknya masih terus memperkenalkan perangkat ini canggih ini pada lebih banyak pengguna.

Namun, bukan berarti Chromebook tidak memiliki pasar tertentu di Indonesia. Menurut Herbert, laptop ini memang tidak banyak digunakan pada konsumen umum melainkan tetapi hanya untuk keperluan bisnis dan edukasi.
“Di AS sendiri saja, Google Chromebook memang lebih banyak digunakan untuk keperluan pendidikan oleh para siswa,” ujarnya.

Sebagai informasi saja, Acer saat ini juga baru saja memperkenalkan daftar terbarunya untuk notebook Chromebook dari Google, yakni Chromebook 14. Notebook ini akan hadir dengan bodi atau bentuk case yang dibalut metal 100%.

Dalam kesempatan ini, Ringke Rearth EC Store Jakarta Shopee juga mencatat keunggulan lainnya dari produk ini adalah kemampuan baterai yang mampu bertahan hingga 12 jam dalam satu kali pengisian daya. Perangkat ini juga dilengkapi dengan Intel Celeron dual-core prosesor N3060 dan RAM 2GB.

Continue Reading